Beberapa orang memasak steak dengan berbagai tingkat kedewasaan, mulai dari sedang hingga matang. Namun, memasak daging sendiri di rumah sebenarnya cukup berisiko karena sulit memperkirakan apakah daging itu aman untuk dikonsumsi atau tidak. Lihatlah ulasan berikut untuk tips memasak daging untuk menghindari risiko keracunan.

Mengapa daging mentah tidak baik untuk kesehatan Anda?

Daging matang mengandung berbagai bakteri, seperti E. coli, salmonella dan listeria. Apa masalah kesehatan yang dapat timbul jika seseorang terinfeksi bakteri ini?

E. coli
Jika Anda tidak memasak daging dengan benar, Anda berisiko mengalami beberapa gejala infeksi E. coli, seperti diare, muntah, dan kram perut.

Bakteri E. coli biasanya ditemukan di permukaan daging mentah. Karena itu, memasak permukaan daging harus cukup untuk membunuh bakteri.

Namun, sebagian daging yang disimpan di supermarket atau pasar tidak disimpan pada suhu yang tepat, sehingga hal ini menyebabkan bakteri berpotensi memasuki daging.

Karena itu, penting untuk mengetahui kiat memasak yang tepat untuk daging agar terhindar dari risiko keracunan bakteri.

Salmonella
Selain E. coli, bakteri lain yang disimpan pada daging mentah adalah salmonella. Gejala yang muncul setelah makan daging dengan salmonella adalah kram perut, demam, dan diare.

Gejala-gejala ini berpotensi berkembang dalam kondisi yang lebih serius dan bahkan dapat menyebabkan kematian jika tubuh Anda tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

Listeria
Meskipun bakteri listeria lebih sering ditemukan pada daging siap saji, mereka juga dapat muncul dalam daging yang kurang matang.

Gejala yang mungkin Anda alami setelah terinfeksi bakteri ini adalah demam dan nyeri otot. Selain itu, wanita hamil juga berisiko mengalami masalah dalam kehamilan, seperti keguguran.

Jadi apa saja tips untuk memasak daging agar matang sempurna?

Sekarang, untuk menghindari risiko ini, Anda perlu tahu cara mengolah daging dengan tingkat kedewasaan yang tepat. Berikut adalah beberapa tips untuk memasak daging mentah yang dapat Anda ikuti untuk menghindari risiko yang disebutkan di atas:

  • Simpan daging dengan benar

Ketika Anda membeli daging mentah di pasar atau di supermarket, daging biasanya tidak disimpan di lingkungan yang steril. Karena itu, segera simpan daging di lemari es.

Masukkan daging ke dalam kantong plastik atau dalam wadah yang tertutup rapat. Jika Anda berencana memasak daging dalam 2-3 hari, simpanlah di bagian bawah kulkas.

Namun, jika Anda berencana menyimpan daging dalam waktu lama, masukkan daging ke dalam freezer. Ketahanan terhadap daging mentah saat disimpan dalam freezer sekitar 3-4 bulan.

  • Hindari mencairkan daging pada suhu kamar

Saran lain sebelum memasak daging adalah memperhatikan proses pencairan. Pencairan adalah proses “pencairan” daging yang baru saja dikeluarkan dari freezer. Saat mencair, yang terbaik adalah menghindari meletakkan daging pada suhu kamar.

Dikutip oleh situs web USDA untuk layanan keamanan dan inspeksi makanan, ketika daging dibiarkan pada suhu kamar, tepatnya antara 4-60 derajat Celcius, daging akan menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi bakteri. Dengan kata lain, bakteri akan tumbuh sangat cepat pada suhu tersebut.

Anda dapat mencoba mencairkan daging dengan memasukkannya ke dalam lemari es, air dingin, atau menggunakan oven microwave. Dengan ini, bakteri tidak akan berkembang biak dengan cepat dalam daging.

  • Masak pada suhu yang tepat

Tips terpenting saat memasak daging adalah untuk menjamin suhu daging. Cara teraman adalah menggunakan termometer makanan.

Anda bisa memasukkan termometer makanan ke dalam daging saat dagingnya dimasak. Sebagian besar bakteri mati ketika suhu di dalam daging mencapai 62-82 derajat Celcius.

Sebaiknya jangan mengandalkan perkiraan kasar apakah dagingnya benar-benar matang atau tidak. Menggunakan termometer makanan, Anda dapat secara akurat menjamin suhu dalam daging dan menghindari risiko keracunan makanan.

Baca Juga :